Suatu Saat Akan Kembali ke Indonesia

Nurfanida Librianty, dokter, sinkansen

Nurfanida Librianty, dokter, sinkansen

Hari itu di timeline FBku muncul status adek lelakiku yang sedang studi PhD di Todai (Tokyo University):

“Berangkat kekampus selalu antusias karena selalu menggunakan kereta bawah laut – Rinkai Line.. Seberapa beranikah engineer Indonesia untuk membangun MRT, Deep Tunnel, dan Terowongan bawah laut jika dana nya disiapkan oleh negara, APBN?? Sehingga kita tidak bergantung pada engineer luar..

Ini adalah Tantangan buat SDM Indonesia.”

Aku pun langsung menantang adikku dengan menulis komentar “Adek berani buat kah?”

Hoho seperti yang kuduga, dia menjawab: “Berani dong.. Teknologiny masih medium belum high tech.. Jadi bisa..”

Banyak sekali para ilmuwan, diaspora, mahasiswa cerdas, pintar yg melanjutkan studinya di luar negeri dan punya prestasi luar biasa. Salah satunya mantan presiden BJ Habibie. Ada juga Prof Nelson Tansu yang merupakan profesor muda dlm usia 25 tahun di USA, Ada pula Prof Ken Soetanto dan banyak sekali para ilmuwan kita di LN. Pernah dalam satu episode beberapa dari scientist Indonesia diundang ke acara Kick Andy, ketika ditanya apakah mau kembali ke Indonesia. Semua berkata ingin kembali ke Indonesia. Tp dengan kondisi negara yang tidak mendukung sepertinya menghalangi langkah mrk.

Alasan klise menurutku adalah tidak didukungnya dana penelitian dan fasilitas yg memadai untuk penelitian, tentu ditambah penghasilan di LN jauh berkali lipat di negara sendiri. Papaku pun termasuk org yg mdapat tawaran utk tidak pulang kembali ke Indonesia. Selesai S2 di Jepang, beliau ditawari utk lgsg S3 dan bekerja. Tapi beliau memilih pulang krn menganggap beliau sekolah dr negara n ingin mengabdi untuk negara.

Sama seperti kebanyakan orang yg pulang ke Indonesia, sesampai di Indonesia tidak mendapat dukungan, bahkan ada bbrp orang yg dicemooh oleh bangsanya sendiri. Menjadi tidak dihargai oleh bangsanya sendiri. Ada kasus pak Danet dengan mobil tucuxi yg berseteru dg Dahlan I. Habibie pun mendapat tanggapan negatif ketika berusaha membuat pesawat N250 dulu. Sengaja memilihi pesawat berpenumpang sedang dengan misi meng-connecting semua pulau di Indonesia. Bayangkan jika semua pulau terhubung, betapa maju perekonomian Indonesia, n bisa2 hal itu membuat takut negara lain dgn kemajuannya. Ntah disengaja or tidak Indonesia mendadak terkena krismon yg membuatnya tetap memiliki label menjadi negara berkembang sampai sekarang. Dulu SD pas belajar dibilang Indonesia itu trmasuk negara berkembang, udah 20 tahun berlalu eh.. tetep aja negara berkembang, ga maju2.

Apalagi banyak orang2 pintar Indonesia lebih memilih hidup nyaman di negara orang. Nambah, kemajuannya terhambat. Aku termasuk yg yakin Indonesia bisa menjadi negara kuat n maju krn byk sekali org2 pintar. Ya, tp itu tidak didukung oleh negaranya sendiri. Hmm menurutku itulah tantangannya, harusnya dg semakin tinggingya pendidikan seseorg semakin tercipta jiwa mencipta dan tidak tergantung pekerjaan or dana dr yg laen. Klo kt entrepreneur itu sarjana itu hrs bisa menciptakan lahan pekerjaan bukannya sibuk ke sana ke mari mencari kerja dg bermodal ijazah. Sayangnya, pendidikan mengkonsep kita semua untuk menjadi pekerja, buruh intelektual yg siap kerja. Tidak menyiapkan kita untuk memanfaatkan peluang n pendidikan kita untuk berani berdikari dan mandiri.

Warsito P Taruno adalah sedikit orang yg berani berdikari dengan kembali ke Indonesia n membangun CTECTH Labs sendiri, walaupun dgn tertatih jalannya, dengan peralatan seadanya, tp tidak menyerah. Untuk mengambil risiko dengan kembali ke Indonesia tidak banyak yg memilih itu, apalagi sesampai di Indonesia malah bingung ga tau mau ngapain dg fasilitas terbatas, lalu mengeluh tidak ada dana dll. Ya itu real negara ini belum mampu menghargai orang2 pintar. Tp lebih hebat lg jika org2 pintar itu bisa menciptakan peluang yg tinggi setinggi pendidikannya. Tidak disuapi tp menyuapi.

Jadi bermimpi, kalau punya dana banyak, or ada pengusaha dg dana, pengen panggil semua orang2 pintar lalu membangun lab dg fasilitas yg mendukung. Sehingga suatu saat negara ini bisa maju. Mungkinkah?

Opini lain:

Facebook Twitter Linkedin Tumblr Email

2 thoughts on “Suatu Saat Akan Kembali ke Indonesia

  1. smoga impian tetap dapat tercapai dan terlaksana…mbak..amin…walau keinginan terkadang tidak selalu sesuai dgn harapan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Kategori

Tweet-ku