Sesak napas, belum tentu Asma

Di masyarakat terparadigma jika mengalami sesak napas itu sakit asma. Sama halnya dengan nyeri dada yang identik dengan sakit jantung. Apakah itu sepenuhnya benar? Belum tentu. Sering kali saya bertemu pasien di tempat praktik dengan keluhan sesak napas. Dok, saya sesak napas sudah satu minggu ini, saya asma dok. Hampir tiap hari saya merasa sesak, sekarang saja saya sehat, begitu kata seorang bapak dengan lancarnya dalam satu tarikan napas.

 

Oke ada beberapa hal yang perlu dicermati pada informasi bapak tersebut. Pertama, bapak tersebut menjelaskan dalam satu tarikan napas, saya kira jika sedang sesak napas, seseorang akan sulit untuk menyelesaikan kalimatnya. Kedua, pasien langsung mengatakan bahwa dirinya asma. Apakah benar? Perlu digali informasi lebih dalam dan pemeriksaan lain. Keluhan sesak napas belum tentu asma. Sesak napas bisa berasal dari organ paru, jantung, ginjal atau hepar. Masalah dari organ-organ tersebut bisa lho menyebabkan sesak napas. Tidak selalu dari paru. Contohnya saja orang yang menderita gagal ginjal bisa napasnya cepat alias sesak napas. Selain itu, ada istilah sesak dan nyesak yang terkadang membingungkan pasien menjelaskan keluhannya. Terkadang pasien merasa nyesak dengan merasa seperti sesuatu dari perut merasa naik ke atas dan menyebabkan rasa sesak atau nyesak di dada, kadang disertai begah juga. Jika ditekan ulu hatinya, terasa nyeri. Napas juga normal. Nah, itu bukan termasuk sesak napas, tetapi rasa nyesak, biasanya karena gastritis atau GERD.

 

Pada gagal jantung kiri pasien biasanya mengeluh sesak saat berbaring telentang, saat tidur pun memerlukan bantal agar dapat duduk tegak. Keluhan ini juga bisa terjadi pada penyakit penyempitan saluran napas, kelemahan diafragma kanan kiri dan penyakit lapisan jantung (perikardial). Sebaliknya, ada yang mengeluh sesak saat posisi tegak dan mereda saat berbaring telentang, biasanya dicurigai kelainan shunt dalam jantung atau shunt pembuluh darah paru. Bila keluhan sesak dirasakan hanya pada posisi tertentu dan hilang pada posisi lainnya, biasanya kelainan terjadi pada salah satu sisi paru saja.Bila tidak berhubungan dengan aktivitas atau posisi tubuh serta tidak ditemukan penyakit yang mendasari maka kemungkinan sesak akibat faktor psikis.  Beberapa penyakit yang biasanya menyebabkan sesak napas adalah penyakit paru, jantung, dinding dada, syaraf, otot, ginjal, rematik, darah dan kejiwaan. Penyakit paru yang sering menyebabkan sesak diantaranya asma, PPOK (bronkitis & emfisema), penyakit paru interstisial, dan hipertensi pulmonal.

 

Kemudian bagaimana dengan sesak napas yang khasnya asma. Dokter, termasuk dokter spesialis paru, perlu melakukan wawacara lebih lanjut kepada pasien atau anamnesis dalam istilah medis. Khas pada asma, biasanya sesak napas dicetuskan oleh sesuatu. Faktor pencetus bisa berupa debu, udara dingin, makanan atau hal lain. Sesak napas bisa reda sendiri atau dengan bantuan obat semprot. Ciri lainnya biasanya punya alergi seperti rhinitis, dermatitis, juga dalam keluarga memiliki anggota keluarga yang asma juga. Asma jika kambuh juga disertai bunyi khas seperti bunyi ngik. Lebih praktis untuk panduan membedakan secara mandiri mana sesak napas yang termasuk penyebab paru atau organ lain bisa membaca buku Panduan Mandiri Melacak Penyakit secara langsung atau di Google Play.

Artikel Paru dan pernapasan lain:

Facebook Twitter Linkedin Tumblr Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Kategori

Tweet-ku