Istiqomah dan Sabar dalam Penantian

Entah kenapa hari itu dalam perjalanan aku memutar lagu sound track “Zahrana”. Yah sebuah film yg kurang mendapat apresiasi penonton film Indonesia, tapi menurutku punya hikmah dalam…

Cinta Suci Zahrana

Zahrana lukisan cinta suci
Nelangsanya hatimu sepi, senyummu tetap dalam ikhlas
Biar lama menanti tetap hati berpegang, cintamu suci

*Zahrana risalah cinta suci
Cintamu hanya karena Allah walau dingin hati membeku
Menggunungnya hinaan, sebutan perawan tua, cintamu tetap suci

Sebut nama-Nya, dekat dengan-Nya, pinta pada-Nya
Segala perkara hidup dan cintamu indah pada waktunya
Takdirkan cinta atas restu-Nya, atas pilihan-Nya
Serahkan seluruh urusan cinta dan hidup hanya pada Allah, zahrana.

(* diulang 2x)

Sekali lagi Melly Goeslaw menggugah aku dengan liriknya. Penantian seorang muslimah (aku lebih familiar menyebutnya akhwat) yang cukup berumur dalam menanti sang Pangerannya. Walo usia telah kepala 30 tetap sabar dan istiqomah menanti, tidak hanya gara-gara deadline usia akhirnya siapa saja lelaki yang datang langsung diterima tanpa lagi mempertimbangkan akhlak dan agamanya.

“Cintamu hanya karena Allah walau dingin hati membeku
Menggunungnya hinaan, sebutan perawan tua, cintamu tetap suci”

Teringat akan mbak-mbak yang aku kenal, mereka tetap sabar dan setia dengan Rabbnya. Agama tetap memjadi kriteria utama dalam memilih pasangannya. Semoga beliau-beliau selalu diteguhkan pijakannya.

Lebih baik dengan sebutan perawan tua, dari pada muda tetapi tidak perawan. Naudzubillah…

Banyak akhwat-akhwat yang bersabar. Akhirnya bertemu dengan orang sholeh yang memang telah dipersiapkan untuk menemani dan berjuang bersama dalam hidup. Sabar berbuah manis. Aku jadi teringat salah seorang sahabat mama yang setelah berusia 40an tahun akhirnya menikah dengan seorang laki-laki baik, sayang dengan keluarga. Lewat beliaulah kami waktu kecil dperkenalkan dengan islam. Beliaulah salah satu orang pertama yang aku lihat berjilbab cukup lebar di masa aku kecil.

Akan tetapi dilain pihak ada pula akhwat yang tanpa berpikir panjang, setelah lama menunggu, ketika ada laki-laki yang datang melamar, langsung mengiyakan tanpa selidik lebih dahulu. Apakah baik akhlaknya? Ikhwan yang istiqomahkah? Seorang yang hanif kah? Lalu apa yang terjadi beberapa setelah menikah??? Sang suami menjadi penghalang dalam aktivitas rohani. Mengkritik jilbab yang lebar dan lain-lain.. Akwat sayang, apa yang terjadi? Apakah hanya sebegitu saja batas sabarmu? Kemana istiqomahmu dulu…?

“Sebut nama-Nya, dekat dengan-Nya, pinta pada-Nya
Segala perkara hidup dan cintamu indah pada waktunya
Takdirkan cinta atas restu-Nya, atas pilihan-Nya
Serahkan seluruh urusan cinta dan hidup hanya pada Allah”

Mbak-mbakku yang selalu istiqomah dalam penantiannya. InsyaAllah penantianmu akan berbuah manis. Telah ada laki-laki yang telah Allah persiapkan untukmu. Cintamu akan indah pada waktunya.

———————- Nurfanida Librianty———————–

MANUSIA BERTANYA, AL-QUR’AN MENJAWAB
-Manusia : bolehkah aku frustrasi ?
-AL-QUR’AN menjawab : janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman . (Ali Imran : 139)

-Manusia: kenapa aku diberi ujian seberat ini ?
-AL-QUR’AN menjawab : ALLAH tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.(Al-Baqarah : 286)

-Manusia: kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?
-AL-QUR’AN menjawab : boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, ALLAH mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui . (Al-Baqarah : 216)

-Manusia: kenapa aku diuji ?
-AL-QUR’AN menjawab : apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : ” kami telah beriman “, sedang mereka tidak diuji lagi ? (Al-Ankabuut : 2)
-Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya ALLAH mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta .(Al-Ankabuut : 3)

-Manusia: bolehkah aku berputus asa ?
-AL-QUR’AN menjawab : Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir . (Yusuf : 87)

-Manusia: bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini ?
-AL-QUR’AN menjawab : hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada ALLAH supaya kamu beruntung . (Ali Imraan : 200)

-Manusia: bagaimana menguatkan hatiku ?
-AL-QUR’AN menjawab : cukuplah ALLAH bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. hanya kepada-Nya aku bertawakal . (At-Taubah : 129)

-Manusia: apa yang aku dapat dari semua ujian ini ?
-AL-QUR’AN menjawab : sesungguhnya ALLAH telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka . (At-Taubah : 111)

Maha Benar ALLAH Dengan Segala Firman-NYA

Ingin ngobrol dengan saya?

Opini lain:

Facebook Twitter Linkedin Tumblr Email

One thought on “Istiqomah dan Sabar dalam Penantian

Leave a Reply to Jonizar Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Kategori

Tweet-ku