Cara menerbitkan buku

Buku_Nurfanida_Librianty_dokternida

Sejak lama banyak yang bertanya, Nida gimana cara menerbitkan buku dan buku ada di toko buku? Hmm.. Sebenarnya banyak artikel yang membahas cara mencetak dan menerbitkan buku bahkan hanya dengan cetak 1 buku sudah bisa punya ISBN. Lalu, bagaimana pengalaman saya sampai buku bisa cetak?

Ilmu sedekah, ya cuma itu kuncinya. Seperti tausiyah Ust. Yusuf Mansur sedekah itu kebaikan yang berbalik itu berlipat-lipat ganda. Trus hubungan terbit buku dan sedekah apa? Gini, sejak dulu saya itu punya blog, namanya dokternida.blogspot. com. Dalam blog itu saya biasa berbagi ebook gratis. Hingga sampai di zaman awal UKDI, saat itu saya mengumpulkan ribuan soal UKDI dan jawaban lalu saya taruh di blog agar bisa download gratis. Ribuan orang yang download dan pada masa itu baru Ada 1 buku UKDI, maklum saya masih angkatan tahun kedua UKDI sejak pertama diluncurkan. Penerbit ada yang melihat ebook kumpulan soal UKDI itu lalu berusaha menghubungi saya via email dan menyatakan ketertarikan untuk mencetak buku tersebut. Makanya muncul dan beredarlah di seluruh Indonesia buku dengan judul Target 100% Lulus UKDI. Allah SWT yang mengerakkan penerbit sehingga bisa terhubung ke saya. Sepertinya itu hikmah dan rezeki balasan berlimpah karena sedekah ebook kumpulan soal UKDI. Makanya kalau ditanya channel penerbit, awalnya saya ga punya dan ga kenal Allah lah yang mengirimkan mbak S dari penerbit tersebut ke saya dan buku tersebut dicetak ulang sampai berkali-kali selama beberapa tahun.

Lalu bagaimana dengan cerita buku pertama? Buku pertama diawali dengan rasa ketidaktauan saya soal cara baca foto rontgen. Selama stase koas Radiologi saya merasa buku simpel, mudah membaca foto belum ada. Saat tahun 2006 buku detil tentang radiologi ada buku terbitan FKUI. Udah turun temurun ada file contoh foto radiologi FK Unsri beredar dikalangan koas. Dari foto-foto rontgen yang ada dan ditambah foto baru, juga dengan keterangan baca foto langsung dari konsulen radiologi FK Unsri yang dicatat akhirnya saya buat buku. Cara mencetak buku itu model self publishing. Kita terbit, cetak sendiri dan urus isbn ke percetakan terdekat yang ada di kota. Kebetulan Ada percetakan di seberang rumah dan dapat harga murah dengan kualitas ok. Kemudian bagaimana dengan pemasarannya? Karena ini awalnya hanya niat supaya bisa membantu teman2 yang stase radiologi, pemasaran hanya untuk kalangan terbatas FK Unsri. Tapi saya ga menyangka sambutan dari akademisi luar juga begitu besar sehingga dicetak ulang dua kali. Pemasaran buku Catatan Praktis Radiologi pun dipasarkan lewat blog, kaskus, forum mahasiswa FK dan jaringan LDFK lewat organisasi FULDFK ke seluruh Indonesia. Saat itu sosial media belum sefamiliar sekarang, Facebook masih asing, adanya friendster saat itu.

Buku ketiga, Panduan Mandiri Melacak Penyakit dicetak resmi oleh penerbit dan beredar di toko buku seluruh Indonesia seperti buku kedua. Sedangkan buku keempat The Longarts June 2015 memakai cara yang sama seperti buku pertama dan dipasarkan ke seluruh PPDS Pulmonologi Di Indonesia, yaitu Jakarta, Solo, Malang, Surabaya, Medan dan Padang

Jadi, untuk menerbitkan buku ada 2 cara:

  • Cetak, terbit, dan memasarkan sendiri. Bisa hubungi percetakan dan penerbit. Saat ini banyak penerbit yang bisa membantu mencetak dan memasarkan buku kita. Cuma Dana perlu kita siapkan sendiri.
  • Memasukan naskah ke penerbit yang ada. Kita bisa memasukan naskah ke penerbit dan menunggu apakah naskah kita diterima atau ditolak untuk diterbitkan. Ini tanpa perlu keluar modal yang besar.

 

Artikel terkait:

Facebook Twitter Linkedin Tumblr Email

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Kategori

Tweet-ku